Punglor Sisik

Punglor Sisik
(Common Scaly Thrush)
Zoothera dauma, Anis Sisik atau Punglor Sisik (Common Scaly Thrush), adalah salah satu spesies dari sekian banyak jenis Punglor (Anis), yang ada di Indonesia dan salah satu dari 39 spesies Zoothera yang ada di dunia.

Punglor Sisik ini berhabitat di pegunungan di Sumatra Utara. Corak kelir tubuh yang menyerupai sisik ini lah menjadikan burung ini diberi nama sebagai Anis Sisik atau Punglor Sisik. Sehingga dalam bahasa Inggris pun disebut sebagai Scaly Thrush. Burung ini sering terlihat di pegunungan Sumatra Utara. Suaranya pun tidak kalah dari keluarga spesies Zoothera lain, terdengar lembut, mengalun pendek dengan variasi yang baik. Burung ini kerap mencari makan di permukaan tanah, mencari binatang kecil yang ada di permukaan tanah maupun yang ada di balik lapisan tanah paling atas.

Habitat burung Zoothera dauma ini biasanya banyak di daerah dekat aliran sungai yang ada air terjun kecilnya. Karena burung ini menyukai suasana basah dan dingin. Apabila burung ini dibawa ke daerah panas, maka burung ini untuk sementara waktu akan 'merajuk' atau 'ngambek', dalam istilah lain 'macet' tidak mau mengeluarkan kicauannya untuk jangka waktu yang lama, kadang bisa mencapai 6 bulan, bahkan bisa mencapai 1 tahun.

Burung Punglor Sisik ini pernah sempat beredar di pasaran, tetapi karena dianggap tidak bisa bunyi, dan susah membuatnya berkicau, sehingga ditinggalkan oleh para penggemar burung. Padahal dengan rawatan yang khusus mungkin saja burung ini bisa menjadi suatu burung yang istimewa, yang mampu berkicau dengan merdunya, tidak kalah dari sepupunya seperti Punglor Kembang atau Punglor Merah.

artikel terkait:

12 comments:

  1. Replies
    1. sama seperti jenis punglor/ anis lainnya mas, voer juga bisa, ef nya cacing, jangkrik dan kroto .. selingan bisa juga pisang kepok

      trims mas, atas kunjungannya

      Delete
  2. jenis baru nih..gan tapi terus terang baru tau nih ada anis sisik... thanks artikelnya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya burung ini sudah lama beredar di pasar burung, tapi karena perawatan lebih sulit dari jenis anis/punglor lain, dan lebih mudah stres, jadi nasibnya ditinggalkan oleh penggemar burung.

      trims ... sudah berkunjung mas

      Delete
  3. kalo anis gunung gimana bos cara perawatannya??

    ReplyDelete
  4. kalo anis gunung gimana bos cara perawatannya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. rawatannya, sama dengan jenis punglor/anis lainnya, hanya saja untuk burung ini harus lebih hati-hati, karena lebih mudah stress

      trims om, atas kunjungannya
      salam kicau

      Delete
    2. bisa dimaster juga ga om?

      Delete
  5. Di daerah saya tinggal, jenis ini juga ada selain anis cendana dan anis macan. Sy tggal di kefamenanu pulau Timor NTT.

    ReplyDelete
  6. Di daerah saya tinggal, jenis ini juga ada selain anis cendana dan anis macan. Sy tggal di kefamenanu pulau Timor NTT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh ya mas Mulyono, kalau di sana apa nama burung ini ya ?

      Delete

Untuk komentar berbau sara, politik, porno, judi dan yang berbau spam, mohon maaf, akan kami hapus.