Cucak Kopi

Cucak Kopi
Cucak Kopi (Pomatorhinus montanus, Horsfield, 1821) "Chestnut-backed scimitar babbler", disebut juga sebagai Kopi-kopi atau Cica Kopi, kadang dengan tambahan Melayu di belakang Cica Kopi. Berasal dari keluarga Timaliidae dan genus Pomatorhinus. Termasuk burung asli Asia Tenggara, tersebar mulai dari Thailand, Malaysia, Brunei dan Indonesia.

Ukuran tubuh termasuk sedang sekitar 29 cm, di atas mata terdapat garis putih menyerupai alis berwarna putih, paruh panjang melengkung ke bawah seperti burung penghisap madu, tapi sebenarnya burung ini adalah pemakan buah-buahan, juga pemakan serangga seperti kumbang, laba-laba, belalang, ulat, kupu-kupu, di habitat hutan dataran rendah, perbukitan sampai ketinggian 1.200 m dpl, terutama pada hutan yang banyak memiliki semak belukar dan hutan bambu. Pada bagian punggung, sayap dan ekor berwarna coklat. Pada dagu, dada dan perut bagian atas berwarna putih.
Sering terlihat sendirian pada saat berkeliaran mencari makan di atas permukaan tanah, kadang bisa terlihat berdekatan dengan burung lain seperti Poksay.

Burung Cucak Kopi (Pomatorhinus montanus) terdiri dari beberapa subspecies, yaitu:
  1. Pomatorhinus montanus occidentalis; Thailand, Malaysia, Sumatra dan Bangka
  2. Pomatorhinus montanus bornensis; Kalimantan
  3. Pomatorhinus montanus montanus; Jawa Barat dan Tengah
  4. Pomatorhinus montanus ottolanderi; Jawa Timur dan Bali

Seperti kebanyakan burung pemakan buah, burung Cucak Kopi berkembang biak tidak tergantung musim, mereka sering melakukan pembiakan dengan pasangannya. Sarang berbentuk bulat besar terbuat dari rumput kering, daun pakis, ranting, sedikit berlumut, pada cabang-ranting pohon atau kadang ditempatkan di dalam semak-semak. Telur 2 sampai 5 butir berwarna putih.

Suara kicauan mungkin sedikit terdengar monoton, tapi lumayan enak dan mengalun merdu. Ada yang menganggap suara Cucak Kopi ini agak mirip dengan karakter kicauan burung Poksay. Bagi para penggemar burung kicauan, burung Cucak Kopi mungkin kurang menarik untuk dipelihara sebagai burung kontes atau burung master, tapi burung ini mungkin memiliki daya tarik tersendiri sebagai pelengkap koleksi burung peliharaan di rumah kita.

Gallery

Cucak Kopi

by photo ©John Kok